TERAS PPA "MENEMUKAN RASA DI BULAN RAMADHAN" - Ust Fajri Muslim Al Fatih dan Ust Sonny Abi Kim

 

Menemukan Rasa di Bulan Ramadhan

Ustadz  Muslim Al Fatih dan Ustadz Sonny Abi Kim

 

Tanpa Terasa bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba.

Ramadhan adalah bulan yang istimewa dan mulia. Dimana Allah bukakan pintu ampunan seluas-luasnya dan Allah melipatgandakan balasan amalan kebaikan hingga tak terhingga.

 

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda:

“Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

Maka akan sangat rugi bagi kita jika tak berusaha untuk menyambut dan meraihnya.

 

Namun, sudah berapa kali kita melewati ramadhan?

Sudahkah kita semaksimal mungkin dalam beramal?

Atau hanya sekedar rutinitas tahunan  biasa saja tanpa rasa dan makna?

 

“Sesuatu hal” yang sering dikerjakan berpotensi menghilangkan rasa. Begitupun dengan ramadhan yang sudah berkali-kali kita jumpai. Tanpa ada rasa dan makna, sekedar euforia diawal dan terasa biasa saja setelahnya.

 

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa ssalam.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy)

 

Mengapa menghadirkan rasa itu penting?

Karena rasa adalah sesuatu yang menghidupkan amal, dan rasa adalah ibadah batin yang mengiringi ibadah dzohir.

 

Ada 5 RASA yang harus kita jaga ( 5 poin PPA) :

1. Niat (rasa yang fundamental)

 

NIatkan semua Karena Allah. Jadikan Ramadhan sebagai momentum makin dekat dengan Rabb kita, memperbaiki hati dan menjadi hamba yang penuh rasa syukur.

 

2. Temani dan Titip

 

Terus minta ditemani sama Allah dalam setiap aktivitas.

Padahal Allah itu selalu hadir,  tapi kita yang seringkali tidak datang.

Allah  gak pernah ninggalin kita, tapi kita yang sellau menjauh darinya.

Maka perbanyak doa, selalu mengaadu pada Allah karena banyak momen mustajabnya doa ketika Ramadan.

 

3. Baik Sangka pada Allah ( Husnudzan )

 

Ada 3 aturan keyakinan pada Allah, yaitu :

- Tidak ada yang lebih mencintai kita selain Allah.

Yakini semua episode dari-Nya adalah yang terbaik.

- Tidak ada yang lebih tahu apa yang sedang dirasa selain Allah.

Adukan saja semua yang kita rasa kepada-Nya.

- Tidak ada yang dapat melepas kesusahan kecuali Allah.

Jalankan saja ikhtiar tapi hati hanya berharap kepada Allah.

 

4. Rasa syukur atas segala nikmat Allah

 

Sambut Ramadhan dengan penuh rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk menebus segala dosa dan diberi ampunan dan rahmat Allah.

 

5. Cari perhatian Allah

 

Bersungguh-sungguh dalam mengejar perhatian dan penilaian Allah.

Teman-teman, pernahkah kita memahami kenapa masih terus di kasih kesempatan Allah untuk bertemu bulan Ramadhan?

Analogi sederhananya, Mengapa guru sering memberikan soal yang sama pada muridnya?

Alasan logis adalah karena jawaban murid tersebut masih jauh dari harapan gurunya, maka dari itu Guru memberikan soal-soal kembali untuk di kerjakan lagi dengan harapan supaya nilai murid tersebut menjadi bagus dan naik kelas.

 

Maka Allah ngasih kita ramadhan yang berulang  kali pertanda “REMIDI” dari Nya. Karena Allah masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki ramadhan kita lebih baik lagi dan memperolah ketaqwaan.

 

# RASA TAQWA adalah kunci dari puasa.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Qs. Al Baqarah : 183)

 

yaa ayyuhalladziina aamanuu yang artinya wahai orang-orang yang beriman adalah panggilan sayang dari Allah kepada hambanya. Bayangkan ketika  Allah memanggil kita dengan lembut dan penuh cinta. Tidakkah hati kita tergerak untuk menjawab panggilannya? Panggilan Rabb kita, yang telah menciptakan dan mencukupkan segala kebutuhan kita?

 

Jika benar kita mengaku mencintai Allah dengan ikhlas hanya mengharap ridhoNya, maka berpuasalah hanya karena Allah, selama 1 bulan bersusah payah menahan lapar, menghindari dari segara yang membatalkan puasa dan menghindari dari perbuatan tercela. Sebagaimana ketika oarng yang paling kita sayangi meminta kita melakukan sesuatu hal, bukankan kita suka rela dalam melaksanakannya? maka sudah seharusnya kita melakukan dengan sepenuh hati dan suka cinta sebagai pembukti cinta kepada Allah.

 

Diantara doa sebagian sahabat ketika datang Ramadhan,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

 

5 indikator keberhasilan dalam puasa ramadhan:

 

1. Merasa dan meyakini Al Qur'an sebagai pedoman hidup

"Membaca, Memahami dan Mengamalkan"

 

Al Qur’an adalah pesan cinta yang Allah turunkan di muka bumi melalui Rasul Yang paling mulia yaitu Nabi Muhammad SAW. Bukankah seharusnya kita bergembira ketika membaca setiap ayatnya?

Atau merasa enggan bahkan terbebani?

 

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). (QS. Al-Baqarah: 185)

 

2. Tauhid yang sempurna

"Selalu merasa di awasi oleh Allah dan dekat dengan-Nya"

 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. (QS. Al-Baqarah: 186).

 

Selalulah merasa di awasi oleh Allah, sehingga kita akan takut ketika hendak maksiat. Bahkan tidak hanya di bulan Ramadhan saja tetapi setiap hari.

 

3. Akhlaq yang mulia

Menahan amarah dan menjaga lisan”

 

"Puasa adalah tameng. Maka janganlah dia berkata kotor atau melakukan tindakan bodoh.

Jika ada orang yang mengajaknya untuk berkelahi atau menghinanya maka hendaklah dia mengatakan "saya sedang puasa" sebanyak 2 kali."

(HR. Bukhari Muslim)

 

Karena "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Bukhari)

 

4. Solidaritas yang Tinggi

Empati dan Berbagi”

 

Rasulullah bersabda : "Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (HR. Tirmidzi)

 

5. Menjaga Ukhuwwah Islamiyyah

Shalat berjamaah dan tidak meremehkan orang lain”

"Kami berdiri (shalat) bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di bulan Ramadhan pada malam 23 sampai sepertiga malam pertama.

Kemudian kami berdiri (shalat) bersama beliau pada malam 27 sampai kami menyangka tidak mendapati Al - Falah yang mereka namakan untuk waktu sahur."

(HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, An nasa', Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim).

 

Kita semua di hadapan Allah sama, sama sama hamba yang Allah Cintai. Tidak ada yang membedakan selain tingkat ketaqwaan. Maka jangan meremehkan dan merendahkan orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL UTS GENAP PLH KELAS 6 SD

Cara menghilangkan objek dalam foto dengan Photoscape

Pidato Sekolah Baru